SHINTA

021)2909-3808; 0813-9860-7017

WINDA:

(021)2909-3808; 0812-9189-3410

DELLA

(021)2909-3808 0812-1345-1861

Title

Category Archive pallet untuk ekspor

Pallet Seperti Apa yang Tepat untuk Ekspor?

Rajapallet.com – Pallet Seperti Apa yang Tepat untuk Ekspor?. Sekarang ini kebutuhan pallet untuk kegiatan ekspor sudah menjadi kebutuhan yang wajib. Apalagi ada negara-negara tujuan ekspor yang mensyaratkan penggunaan pallet saat mengirim barang ke negaranya.

pallet ekspor

Jenis pallet yang digunakan pun tidak boleh sembarangan. Ada beberapa kriteria khusus pemilihan pallet yang tepat untuk kegiatan ekspor atau pengiriman ke luar negeri.

Jenis pallet ada bermacam-macam, ada pallet karton/kertas, pallet kayu, pallet plastik, dan pallet besi. Untuk kebutuhan ekspor biasanya ada 2 jenis pallet yang populer, yaitu pallet kayu dan pallet plastik.

Pallet Kayu

Pallet ini terbuat dari bahan kayu. Pallet di buat dengan cara merangkaikan beberapa batang kayu dengan paku sehingga membentuk pallet. Karena terbuat dari kayu yang di paku, maka perlu dipastikan katu-kayu yang digunakan tidak menimbulkan serpihan-serpihan dan paku-pakunya tidak menonjol yang membahayakan produk dan pekerjanya.

pallet kayu ekspor

Selain itu, Untuk pallet jenis ini ada regulasi ISPM yang mengikat barang ini sejak tahun 1996. Bahkan regulasi itu sudah disepakati oleh negara-negara di dunia. Jadi sebaiknya Anda pahami dulu regulasi ini, ketimbang nantinya ekspor Anda harus dibatalkan karena permasalahan pallet yang tidak memenuhi standar ISPM.

Pallet Plastik

Berbeda dengan pallet kayu, pallet plastik dibuat dengan cara dicetak dengan berbahan dasar plastik. Untuk itu pallet ini tidak bisa di custom seperti pallet kayu.

pallet plastik ekspor

Pallet plastik sudah didesain dengan berbagai ukuran tertentu itu pilih pallet plastik yang memiliki spesifikasi sesui dengan kebutuhan Anda. Untuk tujuan ekspor pallet plastik tidak membutuhkan standar ISPM, karena pallet ini anti rayap, anti serangga.

Berikut ini beberapa kriteria pallet yang tepat untuk kebutuhan ekspor barang.

1. Jenis Pallet Ekspor

Saat Anda memilih pallet untuk mengekspor barang, sebaiknya ketahui dulu standar pallet di negara tujuan ekspor. Pasalnya ada juga beberapa negara yang menentukan standar pallet yang berbeda. Tapi umumnya, pallet yang digunakan untuk kebutuhan ekspor harus memenuhi standar ISPM 15.

ISPM 15 merupakan Standar Internasional untuk Kemasan Kayu didalam Dunia Perdagangan International yang bertujuan untuk mengurangi resiko pemasukan dan atau penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) melalui penggunaan bahan kemasan kayu yang dipergunakan dalam perdagangan antar negara.

Untuk saat ini ada dua perlakuan kayu yang direkomendasikan untuk pemilihan pallet ekspor. Pallet kayu pertama dibuat dengan metode heat treatment (HT) dan plastik dengan metode metil bromide (MB).

2 .Jenis Barang yang Diekspor

Selain itu pastikan juga pallet plastik yang Anda gunakan sesuai dengan bobot barang yang akan ditopang. Perlu Anda pahami bahwa bobot barang yang diletakkan di atas pallet nantinya harus sesuai dengan rancangan pallet. Biasanya meliputi ketebalan penobangnya, tebal stringer atau papan dudukan serta tingkat kerapatannya.

Sebagai contoh: untuk produk berupa mesin berat, tentu pallet kayu yang cocok digunakan sebagai pallet. Pallet kayu bisa dicustom sesuai dengan kebutuhan. Untuk produk berupa makanan dan produk-produk ringan, pallet plastik lebih cocok digunakan untuk ekspor. Dengan pallet plastik yang lebih ringan, beban biaya pengiriman akan lebih murah.

3. Sesuaikan Pallet dengan Jenis Container

Selain dari struktur pallet itu sendiri, Anda juga harus memastikan lingkungan sekitar saat pallet itu dikirim, Sesuaikan pallet plastik dengan jenis container yang digunakan. Sebagian besar barang yang diangkut umumnya menggunakan dry container (kering), sehingga pilihan palletnya bisa beragam. Apakah pallet kayu atau pallet plastik.

a. Pilihan Pallet Kayu
Biasanya untuk kebutuhan ekspor, barang akan diangkut dengan container rifer. Oleh karena itu, kalau Anda memilih pallet kayu, kayu pinus, sengon atau jabon adalah jenis-jenis kayu yang paling cocok digunakan untuk membuat pallet plastik ekspor.

Anda juga harus mempertimbangkan ukuran container yang digunakan. Pasalnya ini juga akan berpengaruh pada ukuran pallet plastik yang nantinya digunakan. Tujuannya supaya satu container bisa memuat barang secara maksimal. Sebagai contoh, Anda akan melakukan ekspor menggunakan container 40” dengan dimensi 12,032 m x 2,353 m x 2,383 m. Maka ukuran pallet kayu yang tepat supaya bisa mengisi container secara maksimal adalah 110 cm x 80 cm dengan isi 30 unit pallet kayu per layernya.

b. Pilihan pallet plastik
Untuk pilihan pallet plastik, pallet plastik memiliki ukuran yang beragam sehingga terkait dengan ukuran bisa disesuikan dengan kebutuhan. Untuk pallet tujuan ekspor, di pallet plastik ada yang disebut dengan pallet ekspor.

Demikian gambaran mengenai bagaimana kriteria pallet yang tepat untuk proses ekspor atau pengiriman barang ke luar negeri. Jadi Anda tidak bisa memilih secara sembarangan. Pertimbangkan segala hal seperti yang tadi sudah dijelaskan, supaya proses ekspor lancar dan pengangkutan bisa maksimal.

Baca juga: 5 keuntungan nyata menggunakan pallet plastik ekspor

Apabila Anda membutuhkan konsultasi terkait dengan pallet ekspor, Pallet Seperti Apa yang Tepat untuk Ekspor? Segera hubungi Rajapallet. Kami siap membantu Anda untuk memilih pallet yang tepat dan sesuai dengan buget perusahaan Anda. Kalau Anda membutuhkan stretch film atau plastik wrapping barang bisa berkunjung ke megumiplastics.

Fungsi Pallet Plastik dan Stretch Film Dalam Pengepakan Barang Ekspor

Rajapallet.com – Fungsi Pallet plastik dan Stretch Film Dalam Pengepakan Barang Ekspor– Pengepakan berarti mewadahi produk, melindungi, menjaga kondisi, memindahkan, dan menginformasikan produk agar produk terjual dan digunakan konsumen.

Pengepakan merupakan gabungan dari ilmu pengetahuan, seni, desain, dan teknologi untuk membungkus, menutupi, atau melindungi suatu produk agar produk tidak rusak selama proses distribusi, penyimpanan, penjualan, hingga penggunaannya oleh konsumen.

Fungsi Pallet Plastik dan Stretch Film Dalam Pengepakan Barang Ekspor

Diperlukan sistem yang terintegrasi dalam menyiapkan suatu produk agar siap untuk proses aktivitas transportasi, penyimpanan di gudang, penjualan, penggunaan akhir, hingga penarikan atau pengembalian produk.

Dalam logistik dan pergudangan, pengepakan produk dikelompokkan sesuai tingkatannya,
1. Pengepakan primer, merupakan bahan yang membungkus dan mewadahi langsung suatu produk. Biasanya membungkus unit terkecil dalam distribusi atau bersentuhan langsung dengan produknya.
2. Pengepakan sekunder, adalah digunakan untuk menyatukan beberapa pengepakan primer.
3. Pengepakan tertier, merupakan pengepakan untuk menangani pengepakan sekunder dalam jumlah kegiatan lebih banyak, untuk penyimpanan di gudang dan pengangkutan. Umumnya, pengepakan tertier dalam bentuk palletized yang tersusun rapi untuk dimasukkan dalam kontainer.

pengepakan produk

Produk yang akan dieskpor perlu dilakukan pengepakan sehingga saat produk digesar, dipindah maupun di angkut ke container maupun ke konsumen tetap aman dan terlindungi. Stretch film dan pallet plastik merupakan kombinasi yang tepat dalam proses pengepakan barang ekspor.

Palle plastik menjadi tatakan atau alas produk yang akan di diekspor. Dengan alas pallet plastik ini, produk menjadi mudah dipindahkan dan tertara rapi di atasnya. Dengan pallet ini pula, produk akan terlindungi dari garpu hand pallet atau forklift. Pallet juga menjada produk tetap dalam kondisi tidak lembab saat di letakkan di bawah.

Sedangkan stretch film akan melengkapi fungsi pallet. Setelah produk tertata rapi diatas pallet , agar produk tidak mudah goyah, kotor terkena debu atau air hujan, serta terlindungi gesekan dengan benda lain saat proses pengiriman, maka stretch film akan membungkus dan menutupi secara rapi pallet-pallet yang belum terlindungi dari luar.

Pengepakan produk, baik untuk kepentingan marketing maupun logistics handling, harus memenuhi beberapa persyaratan antara lain:

1. Melindungi dan menjaga isi barang.
Produk yang disimpan dalam kemasan membutuhkan perlindungan terhadap getaran, benturan, elektrostatis, tekanan, temperatur, dan lain- lain.

Selain itu, kemasan harus dapat menjaga produk dari paparan oksigen, air, dan debu. Namun, terkadang justru aliran udara menjadi faktor penting yang diperlukan untuk memperpanjang umur produk. Butiran-butiran penyerap air ataupun penyerap oksigen digunakan untuk memperpanjang umur dari produk yang dikemas.

Untuk pengepakan makanan, kondisi udara yang dikendalikan atau dimodifikasi sering digunakan. Fungsi utamanya untuk menjaga agar produk tetap bersih, segar, steril, dan aman selama waktu yang telah ditentukan.

2. Mewadahi dalam satuan kemasan (unitization).
Barang-barang kecil biasanya dikelompokkan dalam satu kemasan untuk efisiensi penanganan. Contoh: satu box kardus berisi 1.000 buah pensil dapat ditangani dengan lebih mudah dan efisien dibandingkan kalau kita menangani 1.000 pensil satuan. Material dalam bentuk barang cair, bubuk, dan butiran memerlukan wadah.

3. Indentifikasi dan informasi yang jelas di setiap tahapan proses logistik.
Kemasan dan label juga berisi informasi tentang bagaimana menggunakan, menyimpan, mengangkut, menangani, me-recycle, dan bagaimana membuang produk atau kemasan itu sendiri.

Untuk obat-obatan, makanan, bahan kimia dan alat-alat kesehatan, pemerintah mengatur informasi apa saja yang harus dicantumkan di kemasan produk. Informasi pada kemasan dan label juga seringkali digunakan untuk pelacakan produk.

4. Keamanan terhadap keutuhan isi kemasan.
Pengepakan memainkan peranan yang penting dalam mengurangi risiko keamanan dalam pengiriman. Pengepakan dapat dibuat dengan anti-pendodosan untuk mencegah terjadinya pendodosan, dan sebaliknya dapat juga dibuat agar bila terjadi pendodosan akan tampak bekasnya sehingga dapat dengan cepat diketahui.

Kemasan dapat dirancang untuk mengurangi risiko pencurian.
Ada yang dibuat anti-pencurian, ada pula yang diberi segel anti pencurian. Pengepakan juga ada yang menerakan segel otentikasi dengan security printing guna mengindikasikan bahwa kemasan dan isinya tidak dipalsukan.

Pengepakan juga dapat dipasangkan alat anti-pencurian seperti dye-packs, RFID tags, atau peralatan monitoring elektronik yang akan menjadi aktif bilamana melewati suatu titik/alat tertentu dan memerlukan suatu alat khusus untuk menon-aktifkannya. Penggunaan alat ini untuk mencegah terjadinya kehilangan.

Meskipun pengepakan dipahami sebagai aktivitas penting dalam manufaktur, transportasi, pegudangan, dan distribusi, namun penting untuk memerhatikan pengaruh pengepakan terhadap waktu pemrosesan di sepanjang aktivitas logistik dalam supply chain, sehingga memengaruhi lead time dan biaya logistik.

Kombinasi antara pallet plastik dan stretch film akan mewujudkan sistem pengepakan yang terpadu terhadap barang ekspor. Pallet plastik selain memberikan alas terhadap produk ekspor juga akan mempercepat proses loading dan distribusi. Baca 8 keuntungan transportasi pengiriman dengan pallet plastik.

Stretch film yang telah membungkus nya akan lebih memberikan kekuatan dan perlindungan terhadap gesekan saat proses distribusi.

Semoga artikel “Fungsi Pallet Plastik dan Stretch Film Dalam Pengepakan Barang Ekspor” semakin menyadarkan kita akan pentingnya pengepakan dan produk yang akan di kirim atau di ekspor. Yang butuh produk stretch film bisa lihat di jual stretch film.

error: Content is protected !!